PRESS RELEASE

Perusahaan AS Didorong Ikut Bangun Infrastruktur RI

Connect with Wowrack
Facebook
Twitter
LinkedIn
Minggu,08 Mei 2016 Sumber: finance.detik.com

Los Angeles -Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) didorong untuk masuk ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia.

Melalui Indonesia Infrastructure Forum (IIF) di Los Angeles, mereka diyakinkan mengenai kebijakan pembangunan infrastruktur yang juga terbuka untuk partisipasi asing.

"Kita akan mempertemukan pihak Indonesia dan Amerika Serikat untuk selanjutnya berkolaborasi dalam proyek-proyek infrastruktur terbesar di Asia Tenggara saat ini," ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia Umar Hadi kepada detikFinance, Sabtu waktu setempat (8/5/2016).

Konjen mengatakan, kolaborasi ini akan bermuara pada peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan antara kedua negara, sebagaimana telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Barack Obama saat berkunjung ke Washington, D.C.

"Forum juga sebagai wujud dukungan untuk program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah," imbuh Konjen.

Forum tersebut akan dihelat pada 12 Mei dan dihadiri sejumlah instansi, BUMN, dan perusahaan terkait dari Indonesia. Dari pihak AS antara lain sebanyak lebih dari 50 entitas, terdiri dari perusahaan, organisasi bisnis dan kamar dagang, serta lembaga think tank.

Selain memaparkan lebih dari 30 proyek infrastruktur oleh pihak Indonesia, forum juga menghadirkan perusahaan AS yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan bisnis dan investasi di Indonesia.

Menurut Konjen saat ini diakui langkah pemerintah mereformasi banyak hal terkait kemudahan usaha telah meningkatkan minat dan ketertarikan di AS untuk melakukan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Di samping itu, saat ini juga sudah terdapat dua Nota Kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani dalam forum tersebut antara kedua belah pihak.

"Kita berharap partisipasi perusahaan setempat dalam proyek infrastruktur Indonesia tidak berhenti pada forum ini," pungkas Konjen.